Translate

Selasa, 15 Desember 2009

Susunan pengurus MGMP IPA sub rayon 2 Sumedang

SUSUNAN PENGURUS MGMP IPA SUB RAYON 2 TINGKAT SMP
KABUPATEN SUMEDANG PERIODE 2008-2010


Pembina :
1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang
2. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang
3. Kabid Mutendik Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang
4. Koordinator Mata Pelajaran SMP

Penanggung Jawab :
1. Pengawas Mata Pelajaran IPA
2. Ketua K3S SMP Kabupaten Sumedang

Ketua          : AI DETI HERYANTI, S.Pd, M.Pd 
                     SMP Negeri 4 Sumedang
Sekertaris 1 : ROYENI, S.Pd                                  
                     SMP Negeri 2 Sumedang
Sekertaris 2 : LETI LATIFAH, S,Pd                         
                     SMP Negeri 2 Sumedang
Bendahara   : TUTI SUPRIATIN, S.Pd.                
                     SMP Negeri 3 Sumedang

Ketua Bidang Perencanaan dan Pelaksanaan Program                                 :
Cecep Jaenudin, S.T
Ketua Bidang Pengembangan organiasi  Administrasi dan Sarana Prasarana :
Kusnadi, S.Pd
Ketua Bidang Humas dan Kerjasama                                                          :
Djadjang Oesmadi, S.Pd

7 komentar:

  1. percantik terus, ayo donk isi dengan konten yang penuh inspirasi

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  3. Assalamu alaikum, wr. wb.
    Saya kagum pada Bu Ai yang begitu bersemangat dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA. Jika Ibu masih berminat untuk melaksanakan peningkatan hasil belajar siswa dengan PID, akan saya bantu. Insya Allah, dalam waktu kurang lebih 2 bulan, sikap, minat belajar, keterampilan berpikir, dan penguasaan konsep IPA meningkat dengan baik. Pengalaman dengan rekan-rekan guru IPA di kabupaten Bandung dan Bandung Barat, setelah 2 bulan melaksanakan PID, rekan-rekan guru IPA itu tidak mau ceramah lagi, pembelajaran sehari-harinya selalu menggunakan model pembelajaran interaktif. Alasan rekan-rekan itu, jika kembali ke ceramah dikhawatirkan hasil belajar siswa menurun. Ini bantuan sukarela, tanpa biaya apa pun.

    BalasHapus
  4. terimakasih atas kesediaan bapak untuk meluangkan waktunya dalam membimbing kami, ingsyaalloh saya akan mengundang bapak pada forum MGMP IPA dalam rangka sosialisasi model PID

    BalasHapus
  5. Sama-sama terima kasih, akan saya siapkan Teknik Meningkatkan Mutu Pembelajaran IPA dengan PID dan Lesson Study.

    BalasHapus
  6. Selamat atas keberhasilan Bu Ai dalam membuka lembaran baru dalam sejarah pendidikan IPA minimal di kabupaten Sumedang. Selama ini banyak guru-guru yang beranggapan bahwa model pembelajaran yang efektif hanya model pembelajaran yang siswanya berkelompok dan menggunakan LKS. Bu Ai sudah berhasil membangun persepsi baru, bahwa model pembelajaran yang efektif dapat dilaksanakan secara klasikal dan tanpa LKS, yaitu dengan interaktif dialogis sebelum praktik. Staf akhli JICA tampak mendukung pembelajaran yang dikenalkan oleh Bu Ai melalui Open Lesson tanggal 22-23 April 2010 kemarin, karena di Jepang guru-guru sudah terbiasa menggunakan model pembelajaran seperti yang Bu Ai laksanakan dalam Open Lesson tersebut. Ini terbukti dalam pesan dari staf akhli JICA setelah refleksi dan pada perubahan RPP yang memperpanjang interaktif dialogisnya.

    BalasHapus
  7. Bu Ai, maaf tahun yang lalu saya tidak melanjutkan kegiatan, karena keburu pensiun. Setelah pensiun rasanya tidak karuan, mau datang juga malu. Saya ingin mengirimkan ebook saya yaitu pembelajaran dinamik (Pembelajaran tanpa model-model pembelajaran) yang sebagian kecil sudah saya sampaikan pada pertemuan MGMP tahun lalu. Tetapi saya tidak punya email bu Ai atau rekan yang lain. Karena itu, tidak dapat saya kirimkan. Sebagai penggantinya Ibu dapat mengetahuinya dari blog saya, yaitu http://pipabdg.blogspot.com. Walaupun dalam blog itu tidak lengkap, mudah-mudahan ada manfaatnya untuk Bu Ai dan teman-teman di Sumedang.

    Tampaknya pada tahun-tahun yang akan datang model-model pembelajaran kemungkinan tidak akan digunakan lagi, karena perlu waktu yang banyak untuk dilaksanakan dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga tidak ada guru yang dapat melaksanakannya dalam pembelajaran sehari-hari.

    BalasHapus